Pasar Properti

Tahun 2022 Pasar Properti Diprediksi Naik, Pengembang Properti Tancap Gas Garap Proyek Komersil

Akibat covid-19 sejak awal tahun 2020, pasar properti di Indonesia mengalami pertumbuhan yang tidak stabil tetapi dengan seiring dengan kesigapan pemerintah mengangani covid-19 dan laju vaksinasi yang tinggi banyak yang berpendapat bahwa tahun 2022 pasar properti di Indonesia akan kembali menggeliat dan tumbuh secara positive. Hal ini diamini oleh Paulus Totok Lusida selaku Ketua Umum DPP REI, beliau mengatakan bahwa saat ini ada banyak insentif yang diberikan pemerintah untuk menekan dampak negatif Covid-19 terhadap perekonomian yang terbukti mampu menciptakan lingkungan ramah bisnis.

pasar properti diprediksi naik tahun depan

Pasar properti diprediksi naik tahun 2022

Beliau menjelaskan kebijakan pemerintah menurunkan suku bunga, penerapan relaksasi PPN 100 persen untuk properti dengan harga kurang dari Rp2 miliar rupiah, dan 50 persen untuk properti dengan harga di bawah Rp5 miliar, akan sangat membantu sektor properti tumbuh di tahun 2022.

Berdasarkan catatan Indonesia Property Watch, pasar properti anjlok sampai 50,1 persen akibat pandemi covid-19 pada kuartal I/2020. Penurunan ini dianalisa bukan karena turunnya daya beli masyarakat tetapi lebih pada terhambatnya mobilitas calon buyer yang ingin membeli properti, karena transaksi properti tidak bisa sepenuhnya dilakukan secara online.

Ali Tranghanda, CEO dan founder Indonesia Property Watch mengatakan “Setiap pembeli properti pastinya harus dan ingin merasakan atau melihat secara fisik bangunan dan lingkungan dari properti yang akan dibelinya. Ini yang membuat pasar properti akan sangat terpengaruh bila dilakukan pengetatan PPKM/PSBB,”.

Jika kita lihat sekarang, banyak developer properti yang tetap optimis memandang cerah prospek pasar properti tahun mendatang walaupun sempat tertekan selama dua tahun terakhir. Salah satunya telah disiapkan PT Sri Pertiwi Sejati Group (Arrayan Group) yang mulai berfokus mengembangkan pasar properti komersial.

Asmat Amin, Managing Director dan juga CEO Arrayan Group, mengatakan pihaknya memperkirakan pasar properti akan kembali berjaya pada 2023. "Kami berharap kalau pandemi ini berakhir dalam 3-4 bulan ke depan, mudah-mudahan properti akan pick up, mungkin nanti tahun 2023 puncaknya properti,” ujar tokoh yang menyabet gelar penghargaan “Tokoh Pengembang Rumah Rakyat Paling Populer" dari Indonesia Property & Bank Award tahun 2019 dalam keterangan resmi, Senin (29/11/2021).

Arrayan Group memiliki beberapa project properti yang sedang dibangun, diantaranya Grand Cikarang City 1, Grand Cikarang City 2, Grand Vista Cikarang, Grand Purwakarta City dan Vila Kencana Cikarang. Grand Cikarang City 1 & 2 merupakan perumahan dengan konsep kawasan mandiri dengan luas 70 Hektar. Grand Vista Cikarang merupakan pengembangan kota mandiri dengan total rencana pengembangan mencapai 72 hektar. Grand Vista Cikarang tidak hanya terdiri dari kawasan perumahan dan komersial, tetapi juga fasilitas skala kota mandiri modern seperti ruang terbuka hijau yang luas, Akses terjangkau, dan masih banyak hal lainnya. Grand Purwakarta City adalah konsep hunian den kawasan komersil kota mandiri dengan masterplan menggabungkan keseimbangan kawasan yang bersih, hijau, dan modern. Grand Purwakarta City berada di Purwakarta Jawa Barat dengan luas lahan 100 hektar. Villa Kencana Cikarang adalah rumah subsidi pembangunan berlokasi di Cikarang, Jawa Barat, dikembangkan sebagai kota mandiri terpadu, memiliki 4.725 rumah tapak, area komersial, dan zona hijau. Peresmian Villa Kencana Cikarang dilakukan langsung oleh Bapak Presiden Jokowi

Keyakinan Bapak Asmat Amin akan prospek pasar properti komersial yang bagus ditahun mendatang tidak terlepas dari tingginya antusias konsumen terhadap ruko Grand Cikarang City 2. Arrayan Group juga telah merealisasikan kehadiran ruko tersebut dengan menggelar acara serah terima kunci sebanyak 16 unit ruko kepada para pembeli pada Sabtu, (27/11/2021). Ruko dipasarkan dengan harga perdana Rp750 juta dengan ukuran 4 x 12 meter persegi. "Ini adalah tahap pertama dari rencana pengembangan sekitar 200 unit ruko yang saat ini juga sudah mulai dipasarkan," jelasnya. Untuk diketahui, perumahan Grand Cikirang City 2 merupakan kawasan mandiri dari Arrayan Group. Perumahan KPR Subsidi yang terletak di jalur utama Cikarang. Kawsan 70 Hektar dengan 5000 Unit Rumah.

Tahan awal pengembangan properti komersial Arrayan Group difokuskan pada kawasan Grand Cikarang City 1 dan Grand Cikarang City 2. Di Grand Cikarang City 1, akan dibangun dua cluster hunian dengan harga kisaran Rp 300 jutaan sampai Rp 700 juta. Sementara untuk ruko yang dibangun bersamaan dengan landed akan dipasarkan mulai harga Rp 800 jutaan sampai Rp 2 miliar. “Kami pilih lokasi yang strategis di perumahan yang sudah kita bangun karena ke depannya kita akan mengembangkan konsep kota, semuanya ada di dalam satu kawasan, seperti ruko, ruki, rumah sakit, mal, sekolah,” ujar Asmat Amin.